Senin, 30 November 2015

Laporan Akhir Investigasi PT AIR ASIA,AIRBUD.A320,PK-AXC

Pada tanggal 28 Desember 2014,sebuah pesawat Airbus A320 yang dioperasikan oleh PT.indonesia AirAsia dalam penerbangan dari bandar udara juanda berangkat jam.05.35wib,surabaya nenuju bandar udara changi,dengan ketinggian jelajah 32.000kaki di atas permukaan air laut.diperkirakan tiba di singapura pada jam 08.36 waktu singapura(06.37wib)di dalam pesawat terdapat 162 orang yang terdiri dari dua pilot ,empat awak kabin dan 156 penumpabg termasuk seorang engineer. Dalan penerbangan ini dipimpin penerbang (capten pilot)bertidak sebagai pilot monitoring dan co-pilot bertidak sebagai pilot flying.sejak jam 06.01 wib flight data recorder(FDR)mencatat terjadi 4kali aktivasi tanda peringatan (master caution)yang di sebabkan karena terjadinya gangguan pada sistem rudder travellimiter (RTL)gangguan ini juga mengaktifjan Electronic centralizen Aircraff monitoring(ECAM)berupa pesan.AUTO FLT RUD TRV LIM SYS.berdasarkan massege ini awak pesawat melaksanakan perintah sesuai dengan langkah langkah yang tertera pada ECAM.tiga gangguan awal yang muncul pada sistem RTL ditangani oleh awak pesawat sesuai dengan instruksi dari ECAN.gangguan pada sistem RTL bukanlah suatu yabg membahayajan penerbangan.gangguan keempat terjadi pada jam 06.15wib dan FDR mencatat penunjukan berbeda dengan tiga ganguan sebelumnya ,namun menunjukan kesamaan dengan kejadian pada tanggal 25 desember 2014.saat pesawat masik di darat ketika CB (circuit)dari flight Augmentation computer(FAC)direset tindakan awak pesat setelah gangguan keempat ini mengaktifkan tanda peringatan kelima yang nemuculkan pesat di ECAM berupa AUTO FAC 1FAULT dan keenam yang memunculkan pesat di ECAM berupa AUTO FLT FAC 1+2FAULT.setelah AUTO FLT FAC1+2FAULT.auto pilot dan auro thrust aktif.sistem kendali flyby wire pesawat berganti dari normal law ke alternate law dimana beberapa proteksi tidakaktif.pengendalian pesawat oleh awak pesawat secara manual selanjutnya nenyebabkan pesawat masuk dalam kondisi yang yang disebut sebagai upset condition.danstall hingga akhir rekaman FDR.dalam melaksanakan investigasi kecelakaan ini KNKT mendapat bantuan dari ATSB(australia)BEA(perancis)AAIB(singapura)dan MOT(malaysia)yang bertindak sebagai accredited representatives.hal halseperti perijinan route peberbangan dianggap tidak terkait pada kecelakaan ini untuk itu KNKT tidak melakukan pendalaman atas hal tersebut.KNKT tidaj menemukan tanda tanda atau pengaruh cuaxa yang menyebakan terjadinya kecelakaan ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar